6 Mei 2017

Kilometer Nol, Wisata Bawah Laut Sabang



Keindahan Bawah Laut Sabang

Salah satu tempat penyelaman populer yang ada di pulau Sumatera yaitu negeri Serambi Mekah. Menurut data beberapa lokasi penyelaman di Aceh juga sering dikenal dengan “Teupin Layeu”, terletak di sebelah Barat Tapanuli Selatan, ujung Barat Pulau Sumatera.

Lokasi penyelaman di Sumatera ini menawarkan berbagai macam keindahan yang akan membuat para diver yang berkunjung terkesan, serta bermimpi akan kembali lagi kedepan nanti.


Meskipun sudah pernah ke kota di negeri kilometer 0 (Nol) Indonesia ini, rasanya ingin kembali kesana dan kembali melakukan penyelaman yang sangat membius raga dan hayalan dengan segala pesona yang eksotik dan keindahan alam lautnya.

Dunia bawah laut Aceh bagaikan permadani kerajaan kuno yang sangat mempesona dan memikat. Permadani bawah laut tersebut banyak terdapat di perairan Aceh yang merupakan salah satu pulau impian bagi para penyelam.

Spot Penyelaman Di Aceh.

Terdapat beberapa tempat penyelaman di Aceh, mulai dari pantai dan pulau-pulau kecil yang ada di daerah istimewa tersebut.

Beberapa site penyelaman terkenal dan sudah tersohor hingga ke telinga penyelam negara lain seperti, Pulau Rumbiah, Pulau Sumur tiga, Pulau Jepang Anoi itam, Pantai Ujung Kareung, Pantai Gapang dan Pantai Lboih yang ada di Sabang.

Keindahan bawah laut Aceh dilengkapi dengan keindahan bawah laut wilayah Aceh Besar, mulai dari Lampu’uk, Inong Bale, Pasir Putih, Pulau Tuan, Lhok Seudu, Pulau Amat Ramanyang, Blang Ulam, dan Lhok Mata ie.

Namun selain tempat tersebut, pulau indah yang tak akan terlupakan untuk diselami juga adalah keindahan laut Pulau Weh
Weh Island, Aceh (Foto : bangjotours)

Karakateristik Pantai, Karakteristik Bathimetri Dasar

Pantai pasir putih halus menyusun hamparan pantai dengan garis pantai panjang, tentu hal yang menarik wisatawan datang.

Keindahan ekosistem daratan sebagai salah satu parameter pariwisata bahari layaknya, mangrove asli dan mangrove asosiasi, juga terdapat bathimetri yang mempesona bawah laut untuk memanggil para penyelam berwisata untuk masuk ke dalam dengan equipment selam lengkap mereka.

Selain tersusun oleh ekosistem indah di daratannya, wilayah penyelaman Aceh menyuguhkan karpet dan tebing terumbu karang yang sangat indah.

" Spesies dan ekosistem lengkap mendukung keindahan prestisius tersebut ". 

Sebut saja, hamparan Acropora yang membentuk hutan indah terumbu karang, jenis terumbu karang non acropora seperti Meliophora (karang biru), karang meja, karang sub massive, karang massive dan beberapa jenis karang indah yang identik dengan tipe perairan Wilayah Barat Sumatera.
 
Underwater View, Weh Island - Aceh

Lingkungan Penyelaman Yang Bisa Dilakukan

Untuk mengadakan suatu kegiatan penyelaman di setiap site wilayah Aceh memerlukan pengenalan tehadap medan penyelaman.

Hal ini perlu diperhitungkan dan menjadi indikator utama. Untuk itu perlu dilakukan survey sebelum diadakannya penyelaman.

Survei di daerah itu dengan melihat perubahan cuaca alam dengan membaca buku/ daftar yang dapat dipersiapkan oleh penyelaman tersebut.

Informasi dari dive guide ataupun penduduk setempatpun akan membantu data survey yang dibutuhkan.

Setelah semua prepare selesai, dengan demikian penyelaman wisata ke perairan Aceh tentu akan aman dan nyaman.

Penyelaman Pantai

Hal penting pertama yang akan kita bahas untuk mewujudkan penyelaman wisata ke wilayah perairan Aceh adalah memahami teknik penyelaman yang akan dilakukan.

Kegiatan penyelaman di kawasan perairan Aceh memiliki beberapa teknik rekomendasi yang dapat dilakukan yakni, teknik penyelaman pantai yang membutuhkan teknik entry yang harus dilaksanakan agar penyelaman dapat terlaksana dengan aman, nyaman dan selamat.

" Untuk itu perlu diperhatikan keadaan pantai dan peralatan pendukung saat penyelaman ".

Selain detail memperhatikan kondisi pantai, juga persiapan equipment dan material penyelaman, mempersiapkan float (tanda apung) dan navigasi dasar laut.

" Karakteristik wilayah Pantai Barat yang sangat spesifik dan tentu cendrung berbahaya ".

Menyelam di wilayah Perairan Barat Indonesia tentu tidak dapat dipisahkan oleh gelombang dan ombak yang cenderung mengerikan. Pada saat gelombang besar sangat membahayakan penyelam dan membuat jarak pandangan buruk, hingga ketakutan yang cenderung mengerikan.

Bila menyelam di perairan Aceh dengan medan ini harus mengamati tinggi gelombang dan frekuensi ombak. 

" Ombak yang disebabkan angin laut bergerak beralun-alun ke arah pantai ".

Di perairan Aceh, dengan tipe pantai yang landai panjang akan membuat ombak menjadi curam di lokasi dangkal, ketinggiannya akan sama dengan daratan. Gelombang di pantai landai ini cenderung akan terpecah pada batasan terumbu tepi.
Kondisi Pantai Yang Landai dan Panjang

Namun untuk beberapa jenis pantai ujung Sumatera yang curam memiliki Undertow yang besar. Undertow dapat dengan mudah menjatuhkan penyelam wisata yang mungkin memiliki pengalaman minim di wilayah tersebut.

Untuk itu para penyelam pariwisata sebaiknya mengguna fins fool foot dengan Strap Fins yang kuat agar tidak dengan mudah terlepas di dalam Undertow.

Jika penyelam berdiri lama di garis gelombang pecah (Surf line) atau di garis terumbu karang tepi, sebaiknya menggunakan Heel Strap Retainer (Ikat Tumit Khusus) untuk mencegah Fins jenis ini terlepas saat melakukan penyelaman.

Penyelaman Dari Kapal

Kondisi pulau dan spot penyelaman yang jauh dan membutuhkan teknik lain untuk melakukan penyelam di kawasan Aceh.

Rekomendasi teknik penyelamannya yakni, penyelaman dari kapal di tengah laut. Berbeda dengan pantai, ombaknya cenderung merata dan tidak bergerak ke arah tertentu saja.

Dasarnya cukup dalam, tergantung dari penyelam dalam menentukan spot turun. Sehingga bisa membuat penyelam lebih mudah melakukan entry di lokasi indah perairan Aceh tersebut.

Setelah rencana teknik penyelaman yang akan dilakukan, untuk mengeksplor wilayah Aceh, kita tentu perlu mempersiapkan alat tranportasi utama yakni, Perahu yang merupakan kebutuhan mutlak dalam penyelaman dari kapal karena kondisi spot yang jauh dari daratan Aceh tersebut.

" Teknik entry dan teknik exit yang dipengaruhi dengan timing merupakan faktor utama ". 

Untuk teknik entry, perhatikan arah gelombang dan pergerakan kapal sebelum entry. Jangan ragu-ragu dan takut pada saat waktu masuk ke dalam air.

Timing juga mempengaruhi pada teknik exit yang merupakan faktor utama. Harus diperhatikan adalah arus gelombang yang dapat mempengaruhi bergeraknya penyelam dan boat.

Untuk itu penyelam harus mendekati boat dan kemudian berusaha mencapainya. Jangan melewati daerah belakang boat karena baling-baling kapal cukup tajam, serta jangan naik jauh dari lokasi boat karena akan mempersulit kita di beberapa lokasi penyelaman kawasan perairan aceh.

Site Lokasi Andalan

Pada dasarnya banyak lokasi indah yang dapat diexplore pada penyelaman wisata di kawasan perairan aceh, namun berdasarkan referensi pengalaman tentu ada tempat tempat yang rekomended untuk melakukan penyelaman pariwisata di daerah tersebut.

Beberapa spot rekomendasi tersebut antara lain, pulau weh, Pulau Rumbiah, Pulau Sumur Tiga dan Pantai Lboih, Lampu’uk, Inong Bale, Pasir Putih, Pulau Tuan, Lhok Seudu, Pulau Amat Ramanyang, Blang Ulam, dan Lhok Mata ie.

Beberapa tempat tersebutlah yang menjadi referensi keindahan nyata wisata selam di wilayah perairan Aceh.

Aksesibilitas

Akses secara umum dapat menggunakan jalur udara. Baik wisatawan dari wilayah Sumatera ataupun dari wilayah di luar Sumatera dapat mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda yang terletak di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar.

Bandara BIM merupakan bandara utama yang dapat menjadi pusat tranportasi para penyelam datang ke aceh.
Garuda Indonesia, Bandara Maimun Saleh

Para penyelam yang ingin melanjutkan perjalanan dengan jalur udara kembali, dapat ditempuh menuju ke lokasi penyelaman berikut dengan jalur yakni :

  • Bandara Maimun Saleh yang khusus melayani penerbangan ke Sabang;
  • Bandara Malikus Saleh jika para penyelam ingin berjalan ria ke Lhokseumawe;
  • Bandara Lasikin jika para penyelam berkunjung ke Simeuleu;
  • Bandara Rembele/ Bandara Simpang Tiga Redelong jika para penyelam ingin berkunjung Takengon dan wilayah sekitar dan
  • Bandara Cut Nyak Dhien jika para penyelam ingin landing di Meulaboh.

Sedangkan jalur laut diperuntukkan untuk menuju ke pulau-pulau spot penyelaman, ataupun untuk melakukan penyelaman dari tengah laut.

Namun jika penyelam ingin mengeksplor beberapa tempat di sepanjang garis pantai Aceh, dapat ditempuh dengan menggunakan kapal dari Sibolga.

Jarak tempuh tentu akan semakin lama dari perairan Sibolga. Dapat ditempuh dalam waktu 12 jam dengan menggunakan kapal cepat.

Terakhir dengan menggunakan tranportasi darat. Traportasi para penyelam dengan menggunakan sarana ini sangat banyak yang dapat di tuju.

Bisa juga dilakukan para penyelam dari wilayah ujung Sumatera, lampung ataupun untuk menuju ke lokasi penyelaman di dalam Wilayah Istimewa Aceh.

Bagi para penyelam yang berminat mengunjungi pantai indah di Pulau Weh, Nanggroe Aceh Darussalam, maka anda dapat menumpangi Kapal Feri dari Pelabuhan Ulee Lheue, Banda Aceh menuju Pelabuhan Pelabuhan Balohan, Sabang.

Sesampainya di Pelabuhan Balohan, perjalanan dilanjutkan menggunakan kendaraan sewa atau kendaraan umum menuju Pantai Iboih dengan lama perjalanan sekitar 1 jam.

Biaya transportasi yang harus dikeluarkan sekitar Rp 50.000 atau lebih untuk setiap orang.

Jika anda ingin merasakan biaya yang lebih murah lagi maka anda harus beramai-ramai menumpangi mobil sewa karena beban ongkos dibagi ke setiap masing-masing penumpang sehingga biayanya jauh lebih ringan.

Fasilitas Dan Akomodasi

Beberapa fasilitas dan akomodasi yang sudah ada di Aceh untuk para penyelam yaitu penginapan/cottage, hotel yang terletak di Gapang, toilet, tempat ibadah, toko souvenir, tempat persewaan snorkeling dan menyelam.(ehd).


Baca juga artikel hardive blog :


 
 

2 komentar: